5 Pertimbangan Penting sebelum Membeli Rumah untuk Milenial dan Keluarga Muda

5 Pertimbangan Penting sebelum Membeli Rumah untuk Milenial dan Keluarga Muda

 Setelah menjalani lika-liku kehidupan dalam pendidikan, karir, dan keluarga, mungkin banyak dari kita berpikir, selanjutnya apa? Jika anda terpikir untuk menyenangkan dan memberikan rasa aman kepada diri sendiri dan orang tersayang, mempertimbangkan membeli rumah menjadi jawabannya. Namun apa sajakah yang harus dipersiapkan? Sebagai milenial maupun keluarga muda, kita memiliki keunggulan dalam hal finansial, kreatifitas, teknologi, dan investasi.

Karena dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, milenial dan keluarga muda merupakan kelompok usia yang lebih produktif untuk menghasilkan pendapatan. Mengapa? Tidak bisa dipungkiri kemungkinan semakin bertambahnya usia, kemampuan-kemampuan tersebut dapat berkurang dengan pengeluaran yang bertambah dan kemampuan bekerja yang tidak lagi seperti saat muda. Inilah mengapa pertimbangan membeli rumah bukanlah hal yang sama sekali simpel. Penting untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan, terlebih jika mempengaruhi keseharian diri dan orang terkasih dalam waktu yang tidak sebentar. Nah, mari kita bahas apa saja hal-hal penting tersebut:

1.Tujuan Membeli Rumah

tujuan_membeli_rumah

Seperti hal penting lainnya dalam hidup, terdapat pertanyaan yang muncul ketika hendak mengambil keputusan;apa tujuannya?

Mempertimbangkan tujuan bisa sampai pada apakah rumah tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan. Ini bisa masuk dalam pertimbangan karena rumah merupakan aset yang bisa tumbuh nilainya seiring berjalannya waktu. Tergantung berbagai faktor seperti lokasi, fasilitas, dan kualitas konstruksi. 

Lalu, apa keuntungan dan tantangan dari masing-masing pilihan? 

Tempat tinggal jangka panjang menawarkan stabilitas dan keamanan, tetapi Anda mungkin terbatas dalam fleksibilitas dan potensi keuntungan finansial. Investasi properti dapat memberikan potensi keuntungan yang besar dalam jangka panjang, tetapi memerlukan komitmen finansial yang signifikan dan risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar. Memilih keduanya memungkinkan Anda untuk mendapatkan manfaat dari keduanya, tetapi juga memerlukan manajemen waktu dan keuangan yang cermat untuk memaksimalkan potensi investasi.

Dengan adanya tujuan dapat memberikan kita ruang untuk memperhatikan kebutuhan diri dan anggota keluarga yang bersangkutan saat membeli rumah. Sehingga kita akan siap menghadapi apa yang akan datang karena mengambil keputusan yang matang.

2. Mempersiapkan budget

Bagaimana memperhitungkan Budget dengan Cermat?

  1. Evaluasi Kemampuan Finansial: Susun neraca keuangan yang mencakup pemasukan dan pengeluaran. Tentukan prioritas kebutuhan dan pastikan keinginan membeli rumah tidak mengorbankan kebutuhan lain.
  2. Buat Anggaran yang Tepat: Dengan mempelajari berbagai cara pembayaran rumah, seperti KPR atau kredit developer, kemudian membuat anggaran yang definitif. Lantas tetapkan target waktu dan angka yang jelas untuk mengumpulkan uang.
  3. Tentukan Prioritas: Fokus pada satu hal terlebih dahulu, misalnya memenuhi uang muka untuk KPR. Kemampuan finansial penting untuk dipertimbangkan dalam menetapkan prioritas.
  4. Manfaatkan Investasi: Investasi dapat membantu mengembangkan aset dan melawan inflasi. Sisihkan sebagian dari gaji untuk investasi yang sesuai, dan perhatikan juga asuransi kesehatan dan jiwa sebagai proteksi tambahan.
  5. Disiplin dalam Eksekusi: Disiplin sangat penting dalam menerapkan rencana keuangan yang detail. Pastikan cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari gaji rutin, dan fokuslah pada rencana membeli rumah dengan konsistensi yang tinggi.

Saat menetapkan anggaran, penting untuk memperhitungkan berbagai biaya tambahan. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya pajak properti, premi asuransi rumah, biaya perawatan dan perbaikan rumah, serta biaya utilitas seperti air dan listrik. Memahami dan menganggarkan biaya-biaya ini dengan detail akan membantu Anda mengelola keuangan Anda dengan lebih efektif dan menghindari kejutan finansial di masa depan.

3. Lokasi Yang Ideal

arraya_living

Lokasi rumah memiliki dampak besar pada keseharian dan kenyamanan sehari-hari. Mengapa? Lokasi mempengaruhi dari mana anda berangkat ke tempat kerja serta anak-anak berangkat ke sekolah, seberapa jauh menuju transportasi umum, dan juga produktivitas yang bisa anda dapatkan dengan fasilitas umum seperti taman, area bermain anak-anak, dan fasilitas olahraga.

Ingat, aksesibilitas yang baik dicirikan oleh kemudahan akses ke berbagai tempat penting tanpa perlu menghabiskan waktu atau biaya yang berlebihan. 

Namun, kembali pada pilihan dan gaya hidup yang anda dan keluarga miliki. Apakah Anda menginginkan lingkungan yang ramai dan aktif atau lebih suka lingkungan yang tenang dan sepi?

4. Legalitas

Pertimbangan sebelum Membeli Rumah

Perlu anda pastikan bahwa properti memiliki legalitas yang lengkap dan sah. Caranya dengan memeriksa dokumen-dokumen penting seperti sertifikat kepemilikan, IMB, dan dokumen-dokumen lainnya untuk menghindari masalah hukum di masa depan. 

Mengapa penting? Dengan ini, kita dapat menghindari masalah seperti sengketa kepemilikan properti, masalah batas tanah, atau permasalahan terkait regulasi pembangunan. 

Dengan memeriksa dokumen-dokumen tersebut, kita dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut sebelum membeli properti.

5. Sistem pembayaran

Terdapat beberapa opsi pembayaran yang dapat dipilih saat membeli rumah. Kita bisa melakukan pembayaran secara tunai atau memanfaatkan kemudahan dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan oleh bank.

Berikut perbedaan kategori Sistem Pembayaran Rumah:

  1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR):
  • KPR merupakan opsi yang umum digunakan untuk membeli rumah di area perumahan.
  • Proses pengajuan KPR membutuhkan waktu tersendiri dan biasanya melibatkan proses verifikasi yang cukup detail.
  • Besaran uang muka yang diperlukan biasanya sekitar 10% dari harga hunian.
  • Penting untuk melakukan riset terhadap beberapa bank yang menawarkan KPR guna memilih bank dengan sistem KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial serta pilihan tenor yang tepat.

     2. Pembayaran Lunas:

  • Pembayaran lunas merupakan opsi lain dalam membeli rumah dimana pembayaran dilakukan secara tunai tanpa melalui proses kredit.
  • Umumnya, pembayaran lunas dilakukan oleh pembeli yang memiliki dana yang cukup atau memilih untuk menggunakan sumber finansial lain seperti tabungan atau pinjaman pribadi.
  • Meskipun tidak melibatkan proses kredit, pembayaran lunas tetap memerlukan persiapan dana yang cukup besar, sehingga perlu dilakukan perencanaan keuangan yang matang sebelumnya.
  • Sebagai alternatif, pembeli juga dapat melakukan negosiasi dengan penjual untuk menentukan skema pembayaran lunas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

6. Developer Hunian

Pastikan reputasi dan kredibilitas pengembang properti dengan melakukan riset. Apa saja yang perlu dicari?

  • Kriteria rekam jejak pengembang yang baik meliputi proyek-proyek sebelumnya yang sukses, 
  • reputasi yang baik di industri, dan 
  • pengalaman yang luas dalam pengembangan properti. 

Pengembang yang terpercaya akan memiliki catatan yang jelas tentang proyek-proyek sebelumnya yang telah berhasil diselesaikan dan mendapat apresiasi dari klien dan masyarakat setempat.

Kesimpulan

Ketika membeli rumah, kita tidak hanya membeli tempat tinggal, tetapi juga membeli masa depan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat keputusan yang bijaksana dan mempertimbangkan semua faktor yang relevan. 

Memang tidak mudah mempertimbangkan dan memilih begitu banyak faktor penting untuk dapat memastikan bahwa investasi kita tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga keuntungan jangka panjang bagi diri sendiri dan keluarga.

Oleh karenanya, jika anda memerlukan konsultasi, LNA memberikan konsultasi secara gratis untuk perencanaan dan desain rumah yang cocok dengan preferensi dan kenyamanan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *